La Sinrang dilahirkan sekitar tahun 1856 di dolangeng, yaitu sebuah daerah yang terletak kira – kira 17 km sebelah selatan kota pinrang. Ayahnya bernama La Tamma Addatuan Sawito, dan ibunya bernama I Raima (keturunan rakyat biasa) yang berasal dari Dolangeng. 

La sirang tampil melawan Belanda pada sekitar tahun 1903, Belanda kewalahan dikarenakan La Sinrang Menggunakan taktik gerilya belum lagi llasinrang berkerja sama dengan kerajaan kerajaan Gowa, setelah berbagai usaha untuk menghentikan gerakan perlawanan La Sinrang, maka pada tangal 25 juli 1906 ayah dan isteri La Sinrang ditangkap dan diancam akan disiksa oleh Belanda kalau La Sinrang tidak menyerahkan diri ke belanda, akhirnya pada bulan juli 1906, datanglah La Sinrang bersama pasukanya yang berjumlah sekitar 100 orang, dan akhirnya ayah dan istrinya di bebaskan, lasinrang diasingkan ke banyumas di pulau jawadan dibebaskan/kembali ke Sawitto dalam kedaan sakit dan lanjut usia. Lasinrang wafat pada tanggal 29 Oktober 1938 dan dimakamkan di Amassangeng yang terletak di pinggir kota pinrang sekarang.
Keterangan Monumen
Monumen La Sinrang terletak di keluarahan Macorawalie, Kecamatan Wattang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Propinsi sulawesi selatan tepatnya antara persimpangan jalan Jendral Sudirman dengan jalan Jendral Sukawati Pinrang, Lokasi atau areal monument tersebut ditata dalam bentuk taman dengan luas sekitar 26.095 meter dan luas bangunan monumen sekitar 8.800 meter. Bangunan monument terdiri dari tiga bagian, Yaitu : Bagian pertama atau dasar berbentuk segi dalapan dengan tinggi sekitar satu meter, dan bagian kedua atau bagaian tengah merupakan penyanggah patung dengan tinggi sekitar 2 meter serta bagian ke tiga atau bagian atas yang berbentuk patung setengah badan pejuang?Pahlawan La Sinrang dengan tinggi sekitar satu meter lebih.
Mulai dibangun pada tahun 1994 dan selesai pada tanggal 15 maret 1995dan diresmikan oleh Gubernur Sulawesi – Selatan Selaku ketua BPPD Sulawesi Selatan