Galigo Bugis adalah suatu forum diskusi, tentang Galigo atau pepatah Bugis Kuno, ada Sulesana Ogi, Akke Ada, Lecco-lecco ada, darari ataupun elong-kelong Bugis.

Arti logo Galigo Bugis

Emblem

  • Emblem di letakkan di atas alas Kuning Emas : Bermakna meletakkan warisan nilai-nilai kearifan-kebijakan-petuah-pegangan hidup di atas…semangat keilmuan dan semangat hidup yang tinggi berlandaskan keagungannilai-nilai Siri’ Na Pesse yang dilatari nilai petuah Toddo Puli Temmalara.

Segi Empat :

  • Mewakili makna symbol Sulapa Appa’, konsep segi empat pada Wala Suji ini, berpangkal pada kebudayaan orang Bugis-Makassar yang memandang alam raya sebagai sulapaq eppaq

Dasar Merah Darah (Background Emblem) :

  • Mewakili makna keberanian disertai keteguhan hati untuk menjunjung tinggi nilai persaudaraan/persedarahan manusia Toraya-Bugis-Makassar-Mandar yang sangat kuat terikat dalam ikatan yang tak terbantahkan jalinan pertalian darahnya.

Walasuji / Pallawa :

  • Mewakili makna kebersamaan-keteguhan yang tak tergoyahkan berlandaskan nilai-nilai “Toddo Puli Temmalara… Lihat Selengkapnya”, sekaligus bermakna pagar yang memberikan garis nilai-nilai leluhur yang senantiasa terpatri dalam prinsip dan etos manusia Toraya-Bugis-Makassar-Mandar. Wala Suji dalam dunia ini, dipakai sebagai acuan untuk mengukur tingkat kesempurnaan yang dimiliki seseorang. Kesempurnaan yang dimaksud itu adalah kabara-niang (keberanian), akkarungeng (kebangsawanan), asugireng (kekayaan), dan akkessi-ngeng (ketampanan/kecantikan). Walasuji sebagai gerbang ilmu.

Warna Putih pada Walasuji :

  • Mewakili makna kesucian-keluhuran nilai-nilai adat-istiadat sebagai tonggak peradaban leluhur yang bermakna “Mabbola Ri Ati PaccingngE” (Jadikanlah Hati/pagarmu bersih sebagai tempatmu tinggal/bermukim).

Lontara bertuliskan “GA-LI-GO” (g li go) :

  • Mewakili makna nilai-nilai yang termaktub didalam manuskrip kitab I La Galigo sebagai naskah peninggalan leluhur yang memberikan gambaran kisah-kisah leluhur yang sarat dengan nilai-nilai pesan : baik dan buruk tentang kehidupan bagi manusia-manusia penghuni jazirah Sulawesi Selatan. Di tuliskan secara melintang/diagonal bagaikan selempang yang bermakna kebanggan terhadap nilai-nilai “Siri’”/Harga Diri yang senantiasa disandang dihadapan dan menjadikannya kebanggan sebagai entitas keturunan manusia-manusia unggul (To Manurung). Warna Hitam pada huruf ‘Galigo’ bermakna, realitas hidup yang sesungguhnya. Dengan pandangan ini, masyarakat Bugis-Makassar memandang dunia sebagai sebuah kesempurnaan.

Latar Kuning Emas (Matahari terbit-tenggelam :

  • Mewakili makna Keagungan-kemakmuran-semangat tinggi-ilmu yang luas. Perlambang Semangat hidup dari lahir hingga akhir menutup mata.